Persahabatan, apa arti dari persahabatan?. Banyak orang yang bilang persahabatan itu indah, persahabatan itu segalanya dihidup ini, persahabatan itu merupakan orang yang selalu ada disaat duka maupun senang. Sebagian besar orang mengartikan sahabat sebagai suatu hal yang positif akan tetapi ada juga beberapa orang yang memandang persahabatan itu negatif. Semua tergantung dari segi mana kita melihat arti sebuah persahabatan, apakah kita melihat persahabatan dari luar atau dari dalam. Arti dari luar adalah kita memandang orang tersebut selalu ada bersama kita senang maupun duka, sedangkan arti dalam adalah kita melihatnya dari dalam hati dan pikiran sahabat kita. Dari luar mungkin dia adalah sesosok sahabat yang baik, selalu membantu, dan selalu ada bersama kita, tetapi kita tidak tahu apakah semua yang dia perbuat tulus atau ada maksud tersembunyi dalam hati dan pikiranya. Manusia merupakan makhluk yang susah ditebak karena setiap manusia dapat berubah sewaktu-waktu yang tidak dapat diprediksi oleh kita sendiri. Oleh sebab itu ada beberapa sahabat yang dapat menusuk diri kita dari belakang. Mengapa hal tersebut terjadi?, Banyak faktor yang dapat membuat sesuatu yang tidak mungkin terjadi dapat terjadi. Faktor-faktor yang membuat semua itu mungkin terjadi adalah pikiran dan hati. Pikiran yang sudah dipenuhi orang rasa iri hati, amarah, cemburu, dan dendam akan membutakan hati untuk berbuat baik. Iri hati, iri dengan apa yang kita capai, kita dapatkan dan kita peroleh. Amarah, amarah dengan apa yang kitaperbuat kepada dia tetapi dia tidak pernah mengatakan kepada kita sehingga kita tidak tahu dimana letak kesalahan kita. cemburu, cemburu hampir sama dengan iri hati, tetapi bedanya cemburu merupakan emosi yang muncul akibat perasaan tercancam, takut atau riasau akan kehilangan sesutau yang dicintainya. Dendam, dendam artinya berkeinginan keras untuk membalas karena rasa mara atau benci. semua hal ini mempengaruhi bagaimana seseorang bepikir. Sahabat yang telah dipenuhi keempat ini akan melakukan apa saja yang dapat dia lakukan untuk kepuasan diri untuk kesenangan diri, seperti menfitnah sahabatnya sendiri, datang disaat dia butuh saja dan pergi di saat sahabatnya tidak berguna, munafik ketika tidak menolong sahabat yang jatuh pada jurang padahal disebelahnya ada tangga yang dapat menolong sahabatnya itu. Pilihlah dengan teliti sesorang yang ingin kamu jadikan sahabat, karena sahabat pun bisa menusukmu dari belakang. Hanya Dia yang merupakan sahabat sejati, yang tidak pernah tidur, tidak pernah meninggalkan kita pada keadaan apapun yang kita alami. Ketika kamu yang membaca ini pernah mengalaminya, cukup tersenyum dan maafkanlah mereka, serahkan semua itu pada-Nya. Memang sulit untuk memaafkan orang yang telah menyakiti kita, tetapi degan cara memaafkannya kamu akan terbebas dari penjara amarah, dendam dan lain-nya yang membelenggu dirimu.
Comments
Post a Comment